SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA. SEMOGA BERMANFAAT :)

Jumat, 14 Juni 2013

Hari ini aku bakal nulis lagi nih di blog. dan aku bakal nulis pengalamanku masa SMA di sini. memang banyak sih pengalamanku ini, tapiiiiiiiiiii pilih salah satu aja deh pengalaman apa yang bakal aku ceritakan kepada pembaca blog setiaku dimanapun kalian berada. udah nggak sabar mau dengar lagi? nggak sabar? oke aku bakal ceritakan pengalaman ini.

    Ini sambungan dari ceritaku tentang melupakan beliau yang selama ini ngajar di Kursus B. Inggris Gema tempat Pak Haris. siapa lagi kalau bukan Pak Hendri. yap sosok guru yang dikatain orang guru yang ngajarnya bawaannya loyo, nggak ganteng, de el el. memang sih waktu aku semasa SMA duduk di bangku kelas X (1), yang suasananya menurut aku makin beda. nggak kayak di SMP. awalnya kepikir atau teringat sama beliau. mau dilupain beliau emang susah banget. tapi perlahan-lahan kulupain beliau untuk selamanya. memang sih butuh waktu untuk ngelupain beliau lagi. seminggu, sehari, dua hari, setahun (waduh lama amat ya? enggak kok becanda guys :D), tapi nggak sampai segitunya. paling-paling aku ngelupain beliau seminggu atau sehari sampai 2 hari malah. hehehehehehhehehehehehehehehehe :D. dan akhirnya sudah kulupain beliau untuk selamanya selama........................ kadang seminggu, sehari atau dua hari lah kulupain beliau untuk selamanya. setelah kulupain beliau, aku jadi semangat belajar di sekolah maupun di rumah. don't say to lazy study!

      Waktu di semester 1 aja awalnya aku rada-rada pemalas sih kalau belajar. dan perlahan-lahan aku berusaha menghilangkan rasa malas yang ada di dalam benakku. susah memang untuk menghilangkan rasa malas itu. tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa malas tersebut. dan akhirnya rasa malasku berangsur-angsur hilang. and to the point aja guys ketika aku sudah menjalani ujian selama.............................. (kalau nggak salah 6hari, tapi sudah lupa, ini kejadiannya udah lama banget), tibalah waktunya untuk nerima rapor semester 1. hasilnya? aku dapat rangking 21, ya Allah jauh banget. aku sudah mengecewakan Ibu. tapi kalau aku lihat nilai di mata pelajaran IPS tinggi-tinggi di Sosiologi, Ekonomi. kecuali di geografi. nilainya aja pas-pas makan. hmmmmmmmmmmmm mungkin karena aku kepikiran sama beliau yang dulu lagi ? wallahu alam. tapi aku janji di semester 2 nanti aku bakal dapat rangking yang lebih baik lagi dan bisa masuk di jurusan yang sesuai apa yang aku mau.

       Dan sudah memasuki tahun baru. Dan pelajaran di semester 2 deh dijalani. aku sudah bertekat untuk belajar lebih giat lagi agar bisa masuk di jurusan yang aku inginkan. oke aku pasang tekadku di dalam hati dan ucapanku aku harus belajar lebih, lebih, lebih, dan lebih giat lagi. " DON'T SAY LAZY STUDY AGAIN, AND YOU MUST FORGET HIM (Mr. Hendri) IN THE PAST FOREVER !!!!" tekadku dalam hati. dan akhirnya aku sudah lupain beliau. dan akhirnya kufokuskan belajarku di Sekolah dan belajar di rumah di malam hari. 

      To the point lagi guys, akhirnya aku sudah  menjalani Ujian kenaikan kelas selama............................... (kalau nggak salah selama 6 hari), dan tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu. apalagi kalau bukan terima rapor. kalau pembagian rapor semester 2 ini guys pake bawa orang tua murid, kalau yang di semester 1 pas terima rapor yang aku ceritakan tadi nggak bawa orang tua untuk mengambil rapor, malah kita sendiri yang ngambil rapornya. oke kembali lagi soal cerita pembagian rapor semester 2. siapa yang nggak takut dan nggak deg-degan coba kalau terima rapor bawa orang tua? entar kalau orang tua dipanggil ke depan kelas trus wali kelas kasih tahu bahwa anaknya tidak dapat rangking 10 besar dan nilainya nggak memuaskan, apa yang terjadi? pasti orang tua masing-masing pada marah deh. belum lagi diomelin banyak sama anaknya sendiri. wah aku jadi kebayang nih plus takut bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet. tapi pas aku nunggu di luar dan sementara orang tua murid pada di dalam kelas untuk mendengarkan siapa yang juara 1-3, dan siap yang dapat rangking 4-10? ada juga kawanku berdiri di depan kelas di dekat pintu terali sambil mendengarkan orang yang dapat juara dan dapat rangking 10 besar. dan setelah di dengar-dengar kawanku bilang sama aku kalau aku dapat rangking 8. what? apa nggak salah tuh? apa aku lagi mimpi ya? menurutku kayaknya aku nggak mungkin dapat rangking 8, itu hanya mimpi saja. dan aku tanya lagi apa benar dia bilang begitu. dia jawab ia. mendengar jawaban dia menurut aku yakin kadang enggak. tapi pas namaku di panggil ibuku ke depan kelas dan wali kelasku bilang aku dapat rangking 8 dan ngucapin selamat dan tingkatkan lagi  dan pertahankan terus rangkingku yang bagus ini. wahhhhhh benar yang dibilang elisia kawanku. aku nggak nyangka akhirnya bisa dapat rangking sebagus ini. Dan aku bisa masuk di jurusan IPS. menurutku jurusan manapun yang kita dapati sama saja, yang penting jalani saja. ini semua berkat aku lupain beliau yang dulu. buktinya? aku bisa dapat rangking bagus dan nilai di dalam raporku makin bagus saja. ngapain ingat-ingat beliau lagi? nanti ujung-ujungnya bisa sakit hati. sakit hati? bye, bye dulu deh.

Senin, 10 Juni 2013

Ini perasaanku yang aku tulis sekarang. sebenarnya sudah lama aku tulis perasaanku disini. tapi, karena beberapa hari yang lalu aku sibuk banget untuk menghadapi UN dan UAS, makanya aku tunda sampai beberapa hari, dan sekarrang aku bisa menulis di sini. Alhamdulillah. ya udah tanpa basa-basi simak ceritaku ini ya? selamat membaca ya?

      Kemaren siang sampai pagi ini, ada sesuatu yang aku pikirkan. ya! aku memikirkan kejadian yang sudah lalu. aku terfikir kejadian waktu di SMP. sampai-sampai aku ingin tertawa karena teringat kejadian itu. pernah kejadian waktu aku SMP sampai SMA aku tulis di buku diary. sampai buku diaryku ada  2. wow. segitu banget ya? aku baca sampai berapa kali pun aku nggak peduli. sampai-sampai perasaanku nggak karuan menjak aku membacanya. kadang senang, sedih, tertawa sendirian karena ada orang yang aku kagumi semua bercampur aduk jadi satu deh pokoknya.

Semenjak aku sudah membacanya dari diary buku yang no.1, di setiap lembaran yang sudah aku  tulis dengan menggunakan pena. setiap coretan demi coretan di lembaran kertas, tahu nggak yg paling banyak aku tulis di situ yaitu tentang guru Gemaku (guru les B. Inggris tempat pak haris) itu yaitu Pak Hendri. wah setiap kata demi kata yang ku tulis disitu jujur lebay banget. aku sempat terfikir waktu itu, dimana aku masih duduk di bangku SMP  apakah aku puber ya? segitu banget kata-kata yang ku tulis di situ. sampai-sampai aku jadi suka senyum-senyum sendiri, tertawa sendirian, mengaguminya, dan diam-diam nih aku suka sama guru itu, terus menjak aku teringat, teringat, dan teringat terus sampai-sampai aku nggak konsentrasi belajar (waduh segitu banget ya? :-o)  emang rasa suka sama seseorang itu hal yang wajar, normal malah. dan yang lebih dari itu, aku rela nggak belajar di malam hari untuk menulis perasaanku di buku diaryku. malah aku tulis tentang guru yang menurutku ganteng banget. ya Pak Hendri. mau dikatain bapak tu nggak ganteng, kalau ngajar nggak seru bawaannya loyo, dll tapi aku nggak peduli. yang penting bagiku bapak tu guru yang ku idolakan, guru paling ganteng, baik banget, enak banget rasanya kalau bapak tu ngajar kami.

Di setiap lembaran yang aku tulis, sampai-sampai habis beberapa lembar ku tulis tentang pak Hendri. mulai dari gayanya, penampilannya walaupun item tapi manis hehehehehehehehehehehehe :D, sikap dan tingkah lakunya, malah nih sampai-sampai aku buat puisi untuk beliau di dalam bukuku. yach walaupun nggak bagus-bagus amat puisi yang aku buat. tapi kata-katanya itu loh OMG bagus banget and puitis (bagus dimananya dan puitisnya dimana? bisanya muji diri sendiri kayak gini ya?). malah di setiap bait puisi yang aku tulis banyak banget sampai-sampai habis deh aku tulis beberapa lembaran.

Kemudian di setiap malam aku teringat, teringat, dan teringat terus sama beliau. ku tulis lagi di dalam diaryku tentang beliau lagi.  ku tulis di setiap lembaran demi lembaran buku. ya Allah malahan nih, aku tulis tentang beliau sambil ku tulis sebuah lirik lagu di dalamnya. wow segitunya ya menjak ingat sama seseorang. kayak di film-film aja. tapi semenjak aku tulis tentang beliau di diary itu kuteruskan menulis sampai kelas 3 SMP, jadinya makin, makin, makin, dan makin teringat terus sama beliau. dan hampir saja aku lupa akan belajar untuk menghadapi UAN dan UAS. aku pun berusaha untuk mencoba lupain dia tapi kenapa begitu susah sekali untuk melupakannya. tapi akupun berusaha untuk melupakannya demi belajar dengan tekun untuk menghadapi UAN dan UAS. ya! lebih baik ku fokuskan saja menghadapi UAN dan UAS. kalau urusan yang begituan emang nggak bisa ditinggalin. soalnya ini penentuan kelulusan dan bahan untuk masuk SMA nantinya.

Dan tak lama lagi di bulan Maret akhirnya aku menghadapi UAN selama 4 hari. setelah menghadapi UAN, kami libur sampai......... (kalau nggak salah sampai hari Sabtu, tapi nggak tahu kapan ya?  dah lupa soalnya kejadian ini udah lama ). dan tak lama lagi setelah menghadapi UAN selama 4 hari, dilanjutkan menghadapi UAS selama seminggu. dan akhirnya selesai juga deh menghadapi UASnya. alhamdulillah. setelah itu, aku akan menghadapi ujian akhir di Gema tempat lesku, untuk mendapat sertifikat. dan sertifikat ini bisa digunakan untuk bahan masuk SMA nanti.

 Akhirnya ujiannya selesai deh. tinggal nunggu hasilnya aja. mudah-mudahan bagus hasilnya. dan menjak aku sudah selesai menghadapi ujian, aku sempat teringat sama pak Hendri. sampai-sampai ibuku tahu. malahan nih ibu sampai bertanya sama aku kenapa aku begitu mengaguminya? apakah aku suka sama bapak tu? apa kawan-kawannya tahu kalau aku suka sama beliau? dan ada kawanku nanya sama aku kenapa aku begitu suka sama beliau? dan banyak pertanyaan yang dilontarkan dari ibuku. tiap pertanyaan demi pertanyaan yg kujawab dengan tenang. kadang ada rasa takut, malu, semua bercapur aduk jadi satu. tapi alhamdulillah ibu bisa mengerti aku. emang nggak salah kalau kita suka sama guru. tapi jangan sampai segitunya.dan yang membuat aku diinvestigasi alias diselidiki apakah bapak Hendri sudah punya istri dan anak? aku jawab saja sudah. sebenarnya aku sudah tahu soal ini dari Mirna kawanku di les, tapi aku sembunyikan dari ibu. aku sengaja tidak menceritakannya karena aku takut ibu bakal marah sama aku habis-habisan. ntar sampai-sampai aku dikatain centil, MPO, dll deh.

Memang ibu sudah mengerti perasaanku. benar juga kata orang perasaan kita tidak bisa dibohongi. aku sedikit lega kalau ibu tidak marah kepadaku. dan ibu sudah mendengar jawabanku dari pertanyaan ibu, dan ibu berpesan kepadaku " kalau suka sama seseorang itu wajar, normal. tapi jangan sampai segitunya, jangan berlebihan dan jangan sampai kelewat batas. " dan akupun terima pesan dari ibu kepadaku. dan akupun berusaha sekuat tenaga untuk melupakan pak Hendri. awalnya emang susah banget. karena usahaku yang tidak sia-sia akhirnya perlahan-lahan aku melupakannya.

Dan tibalah waktunya aku daftar di SMANSA. ya sekolah yang sudah mendapat gelar RSBI. banyak syarat yang harus kupenuhi. mulai dari ngurus pas foto, fotocopy rapor, SKHU yang dileges dari sekolah asal, dan yang buat aku teringat kata-kata pak haris yaitu syarat untuk masuk SMANSA yaitu fotocopy sertifikat dari tempat lesku, Gema. kata adik ibuku (buk efi), fotocopy sertifikat itu nggak perlu. ya sudah aku ikuti saja apa yang buk efi bilang. setelah mendaftar tak lama kemudian aku mengikuti beberapa tes. mulai dari tes akademik sampai psikotes.

Akhirnya semua tes sudah kujalani semuanya. dan akhirnya aku diterima juga di SMANSA. tinggal MOS (Masa Orientasi Siswa) deh. dan aku beserta kawan-kawanku menjalani MOS selama..................... (kalau nggak salah 5 hari. tapi sudah lupa). banyak banget cobaan disana. belum lagi kami dapat azab dari kakak-kakak senior. dan kami musti bawa alat tulis beserta buku tulis, papan nama (kalau nggak salah namanya) untuk diletakkan di meja. sumpah! banyak banget yang musti dibawa, kalau enggak bisa dihukum. hukumannya ada disuruh nembak kakak senior cowok lah (bagi yang cewek nih), pokoknya hukumannya yang nggak mendidik gitu lah. tahu nggak  pas upacara disiplin banget. malahan nih tiap upacara diadain razia gitu. sama seperti SMP kalau ketahuan nggak pake ikat pinggang baik di rok maupun di celana, trus  ketahuan pake sepatu yang ada les putihnya, baju nggak dimasukkan ke dalam celana maupun rok,  dan yang lebih parah lagi kalau ketahuan nggak pake kaos kaki warna putih, trus kami musti pake ikat pinggang. tapi warnanya harus hitam. bentuk apapun ikat pinggangnya. asalkan bukan ikat pinggang untuk di pasang baju gitu yang modelnya jaman sekarang, hehehehehehehehehehehehehehehehehehehe :D. ini bagi anak cowok yang pake celana seragam SMP maupun cewek yang pake rok seragam SMP, bagi yang MTS maupun yang tamatan Ponpes Babussalam karena bajunya yang panjang, nggak perlu dimasukin. untung aja kakak senior bisa mengerti. kalau ketahuan nggak pake ikat pinggang pas acara di Gor nanti bakal dikumpulin adik-adik kelas yang tidak pake ikat pinggang. tahu nggak kalau nggak bawa ikat pinggang apa hukumannya? sepotong tali rafia bakal diikat di tempat ikat pinggang celana maupun rok! ya Allah. pokoknya masih banyak lagi deh hukumannya yang nggak melanggar aturan sekolah. cukup panjang lebar deh ceritanya  masa-masa waktu MOS.

Oke to the point aja, setelah selesai menjalani MOS selama beberapa hari, akhirnya aku resmi menjadi seorang Pelajar SMANSA (wow!). dan aku memulai suasana belajar mengajar yang sangat berbeda. bahkan menurut aku enak kawan di SMA dibandingkan SMP. dan disinilah aku mencari jati diriku sebenarnya. tapi bukan caranya kayak kawanku si Rafi yang suka MPO, gaya sok-sok an, TP alias tebar pesona, kawannya aja pada nggak suka gaya dia yang kayak gitu apalagi aku. aku nggak sudi dia seperti itu. lebih baik biasa-biasa aja and jadi diri sendiri. disini aku bisa mencari kawanku. alhamdulillah mereka pada baik sama aku. nggak kayak di SMP.

Dan tibalah ibu menyuruhku ikut kursus B. Inggris. tapi bukan di Gema tempat pak Haris. melainkan di MPI (Master Pro Institute), awalnya aku nggak tahu soal kursus yang beginian. ternyata aku tahu bahwa MPI itu tempat kursus kakakku dulu. dan supaya tahu lebih jelas, ibu membawa brosurnya dan aku melihat brosur tersebut. dan ternyata guru di MPI yaitu pak Hendriani atau yang biasa siswa MPI memanggil beliau Mr.Udo. dan akhirnya aku setuju ikut kursus tersebut. tanpa unsur maksa musti ikut.

Hari demi hari telah berlalu,  di hari pertamaku (waktu tuw hari apa ya aku mulai masuk kelasnya, kalau nggak salah hari kamis) masuk kelas kursus MPI, aku mengikuti dan menjalani belajar di tempat kursus B.Inggris, MPI dengan penuh semangat. sedangkan adikku yang masih duduk di bangku SMP sama seperti aku. mengikuti kursus B. Inggris tapi di Gema tempat pak Haris. dan akhirnya pelajaran yang kuikuti di kelas kursusku selesai juga. tibalah aku pulang dijemput oleh Ibuku. setelah itu ibu menjemput adikku di Gema. aku menunggu adikku keluar dari kelasnya di parkiran. aku duduk di dekat parkiran tersebut. ketika aku duduk santai di parkiran tadi, aku melihat di dalam kelas mengajar, ternyata pak Hendri tidak mengajar lagi. apa dugaanku salah ya? wallahu alam. aku lihat honda di parkiran yang biasanya beliau bawa, tidak ada. benar-benar tidak ada.  waktu aku di Gema, aku ingat sekali masa-masa SD sampai SMP di sini. di masa SMP dimana aku bisa bertemu pak Hendri dan bapak Hendri mengajar di kelas. tapi......................... arghhhhhhhhhhhhhh........ ngapain aku ingat pak Hendri (guru yang ngajar di Gema) lagi? aku sudah janji pada diriku sendiri jangan ingat-ingat bapak tu lagi dalam fikiranku bisa-bisa aku gila jadinya, nggak konsen bila belajar di setiap mata pelajaran yang ku pelajari di sekolah, sampai-sampai nggak belajar di malam hari karena aku memikirkan beliau. aku ingin konsen belajar di SMA ini, ubah cara belajarnya lagi. jangan seperti di SMP yang suka malas-malasan. ternyata benar gara-gara aku ingat beliau terus-menerus waktu aku duduk di bangku SMP aku suka senyum-senyum sendiri, tertawa sendiri, mengaguminya secara berlebihan, nggak konsen belajar maunya malas-malasan, dll. Oh My God how stupid i am continuous  remember him. aku nggak ingin ingat beliau lagi. aku berusaha melupakannya. awalnya susah sekali aku melupakan beliau, tapi pelan- pelan aku melupakan beliau untuk selamanya.

Di hari berikutnya, waktu hari kamis tepatnya pas adikku les di Gema yang masuk jam 16.00. sedangkan aku masuk MPI agak jam 3 kurang. sebenarnya masuknya jam 14.30 sih, tapi lewat dikit tak apa lah. akhirnya aku masuk kelas dan mengikuti materi yang diajarkan oleh Mr. Udo sampai selesai. akhirnya materi yang diberikan Mr. Udo selesai, aku pulang dijemput oleh ibuku. seperti biasa setelah ibu menjemputku di MPI, baru ibu menjemput adikku di Gema. ketika sudah sampai di Gema, aku nampak adikku nunggu jemputan di parkiran. dan aku turun dari honda dan adikku naik honda dulu di kursi boncengan belakang, setelah adikku baru aku yang naik. waktu aku naik honda, aku melihat seorang laki-laki yang mirip banget dengan pak Hendri. " apa mungkin aku salah lihat?" batinku. tapi aku belum yakin kebenaran jawabanku ini. " apa mungkin seorang laki-laki yang aku lihat ternyata benar-benar pak Hendri atau sekedar hanya kemiripan saja?" kataku dalam hati.

Tapi............. ah ngapain juga aku ingat beliau lagi? aku sudah janji pada diriku sendiri jangan ingat beliau lagi. entar gara-gara ingat beliau aku nggak bakal konsen belajar. pokoknya aku harus lupain beliau untuk selama-lamanya! itulah janjiku. harus ditepati.

Guys, kupesankan kepada pembaca blog setiaku, suka sama orang emang wajar, normal malah. tapi jangan sampai kelewatan batas. karena ingat sama seseorang bagi para pelajar SMP maupun SMA seperti  malas belajar, prestasi di sekolah turun, dll. apalagi kita suka sama guru yang ganteng muda lagi.  sampai-sampai lupa akan pelajaran di sekolah, mengaguminya sampai kelewat batas. malahan nih guru tersebut akhirnya sudah punya istri dan anaknya. pasti sakit hati banget kan? pasti dong. makanya kalau suka sampai mengaguminya ini jangan sampai kelewatan batas ya guys?





Minggu, 21 April 2013

Hai pembaca blog setiaku. hehehehehehehehehehehehehe di malam hari ini  aku lagi ngisi blog. mumpung hari-hari libur. karena aku sudah selesai menghadapi UN selama 4 hari. wah cukup lama banget kan? hmmmmmmmm perjuangan yang begitu berat menghadapi UN 20 paket. kebayang kan kayak gimana suasana plus aturan yang semakin ketat? moga aja UN 2013 ini anak-anak SMA dan SMK 100% LULUS!!!!. Amin ya rabbal alamin. mohon doanya ya? dan nggak lama lagi nih anak SMP bakal menghadapi UN. moga lulus semuanya ya? Amin...... . oh ya aku ngisi blog ini macam-macam deh. mulai kisah nyataku sendiri, cerpen (lagi iseng banget nih buat), kisah perjuangan aku semasa aku SMA kelas X(kelas 1), dan lain-lain. yang lalu aku jarang banget nih ngisi blog ini, karena aku orang super sibuk banget. mulai dari persiapan untuk TO pertama dan TO kedua. soalnya TO ini diadakan 2 kali. malah yang mengadakan TO ini dari Bimbel Quantum Revolution. trus kami musti bayar uang TO-nya. wahhhhh........... makin banyak banget sekarang membayar di sekolahku ini. tapi, lama banget hasil keluar TO 1 meskipun kami dah menyelesaikan TO 1 selama 3 hari, tapi lama banget keluar hasilnya. yahhhh aku jadi penasaran, apakah aku lulus atau enggak? wallahu alam. pas waktu sudah selesai ceramah agama di sekolah (ini kejadian sebelum UN tiba), hasil TO 1 sudah dipampang. aku lihat namaku di papan TO, nilai aku nggak sampai alias nilai aku tidak mencukupi nilai standar UN. ternyata bukan aku aja yang nggak lulus. kata mereka sih anak IPS banyak yang nggak lulus. sedangkan anak IPA sedikit yang lulus TO 1. waduh :-o. gimana ntar hasil TO 2? aku berharap aku bakal lulus TO 2. begitu hasil TO 2 dah keluar, ternyata eh ternyata malah anak IPS yang paling banyak yang nggak lulus. sedangkan anak IPA aja sedikit banget yang lulus. ya Allah, jangan sampai UN seperti ini. soal yang aku jawab aja dari bimbel susahnya minta ampun. aku ngomong jujur lho. nggak bohong.

Malam ni aku sempat-sempat berharap hari libur aku ni pengen banget ke Pekan Baru ma kak Ipit, and kak Ima. cuma belum tahu kapan. entah kapan aku bakal datang  ke sekolah untuk mengurus segala urusan entah itu rencana perpisahan bakal seperti apa acaranya, ngurus urusan untuk kuliah dsb. trus yang tak kalah penting nih, aku masih kepikir soal kain batik yang meteran. soalnya perpisahan tahun ini sama seperti tahun dulu yaitu buat baju batik seragam. modelnya terserah kami mau modelnya kayak gimana. 

udahan dulu yah? sampai sini dulu tulisan aku, soalnya aku dah ngantuk banget. kapan-kapan aku bakal isi blog lagi. Ok?

wassalam

Sabtu, 20 April 2013

KENANGAN  DI MASA LALU YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN

Semua orang pasti punya kenangan yang nggak pernah terlupakan. baik kenangan yang  indah , maupun kenangan yang pahit. begitu juga aku. akupun juga punya kenangan yang begitu indah dan kadang punya kenangan yang pahit juga.dan sampai sekarang ini masih teringat di dalam fikiranku. 

Ketika aku lagi di rumah sendirian, bersantai, dan membersihkan rumahku yang berantakan sampai selesai. setelah selesai membersihkan rumah, aku membuka lemari buku dan membuka foto album dan lembaran foto yang berserakan di dalam tas tempat menyimpan dokumen ayahku dulu. aku membuka album fotoku dulu ketika aku masih kecil bersama kakakku, ayahku, dan Ibuku. awalnya aku hanya melihatnya sambil tertawa dan tersenyum kecil dan sampai-sampai aku hampir nangis melihatnya karena aku teringat masa-masa kecilku itu. tapi aku tahan saja tangisku. ntar aku dikatain cengeng lagi.  setelah kulihat album fotoku, kulihat lagi lembaran foto yang berserakan di dalam tas tempat menyimpan dokumen ayahku dulu, kulihat lembaran demi lembaran foto yang berserakan .aku melihat foto itu dengan perasaan senang bercampur haru di dalam hatiku. tapi ketika kulihat foto-foto ketika aku, kakakku, dan adikku masih kecil, bukannya ku melihat fotoku sendiri. malah melihat foto kakakku ketika aku dan adikku belum lahir. kulihat foto kakakku ketika dia digendong oleh ibuku, mengajak jalan ke suatu tempat yang paling indah, ketika dia masih terbaring di tempat tidur sampai kulihat fotonya ketika dia naik komidi putar bersama ibuku. dan kulihat foto kakakku yang masih terbaring di tempat tidur dengan ekspresi wajahnya yang sedih (ini menurut pandangan aku) dan di lembaran foto itu di belakangnya ada sebuah tulisan dengan ungkapan yang sangat sedih sekali, akupun tidak tahu siapa yang nulis ungkapan ini? dengan rasa penasaran aku baca ungkapan sebuah tulisan yang tulisannya sangat jelas. aku baca dengan penuh perasaan yang membuat aku air mataku hampir jatuh. setelah kubaca tulisan itu, meneteslah air mataku yang membasahi pipiku. aku menangis tersedu-sedu setelah kubaca tulisan itu. akupun tidak bisa menahan tangis. setiap kulihat foto itu, akupun jadi teringat kenangan masa laluku.akupun jadi tak kuasa menahan tangis. setelah kulihat foto kakakku ketika dia terbaring di tempat tidur,  kulihat lagi foto kakakku ketika dia masih kecil yang lainnya. kulihat lagi foto itu lembaran demi lembaran foto yang berantakan. setelah kulihat foto itu aku hanya bisa menerimanya dengan senyum. dan yang terakhir (kalau nggak salah sih, tapi nggak semuanya kulihat fotonya) aku melihat ketika kakakku naik komidi putar yang berada di samping ibuku, kulihat lagi di lembaran foto yang di belakangnya terdapat sebuah tulisan lagi. tulisan itu sangat jelas sekali. akupun juga penasaran siapa menulis di belakang lembaran foto itu? begitu kubaca tulisannya, kadang aku susah membacanya. tulisan yang ada di lembaran foto yang dibelakangnya tuw seperti tulisan dokter yang nggak bisa terbaca tulisannya. semenjak aku membaca tulisan itu, aku jadi tak kuasa menahan tangis yang sangat tersedu-sedu. sampai-sampai hampir saja tangisku tak berhenti. aku pun tak ngerti maksud foto yang selama ini aku lihat.

Dan, tibalah pada suatu harinya (ni waktu aku kelas 6 SD sih, maaf kalau melenceng. hehehehehehehehehehe), aku menceritakan semuanya apa maksud foto yang aku lihat tadi. ternyata ibu bisa mengerti aku apa maksud foto itu. katanya itu semuanya foto-foto kakak aku waktu kecil, waktu itu aku belum lahir. menjak aku melihat foto-foto itu, membuat aku ingin menangis. dan ibu bisa mengerti perasaanku. perasaanku tidak bisa dibohongi. dan ibu bisa tahu jika air mataku bakal membasahi pipiku. akupun jadinya makin sayang dan cinta sama ibu. akhirnya aku bisa peluk ibu lagi. Mom, you're my everything.

Dan semenjak itu, aku tak ingin mengingatnya lagi. yang lalu biarlah berlalu. yang penting sekarang ku fokuskan hal-hal yang lebih membuatku tersenyum. jangan sampai aku berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam. 


Jumat, 19 April 2013

Guys, setiap orang pasti merasakan kehilangan. seperti kehilangan orang yang kita sayangi yaitu ayah, ibu, kekasih, sahabat, kerabat yang dekat dengan kita, teman, dll. kita pasti sangat sedih gimana rasanya kehilangan seseorang yang kita sayangi.

Ini kisahku gimana rasanya kehilangan seorang teman yang sangat aku sayangi. karena dia begitu baik, tidak pemarah, suka senyum ketika aku melihat dia,  begitu juga sebaliknya. dia itu teman SMP-ku waktu kelas VIII( 2 SMP).

Simak kisahku ini ya? selamat membaca.

TERNYATA........................ DIA ANAK BARU di KELASKU

Waktu aku masih duduk di bangku SMP kelas VIII, di hari Rabu seperti biasa kami ngumpul-ngumpul di GOR untuk mendengar ceramah dan pengarahan dari guru kami sekaligus di bidang kesiswaan. setelah mendengar ceramah dan pengarahan kepada kami-kami, kami harus mengumpulkan duit infak dan memasukkannya di kotak minuman yang telah disediakan. setelah mengumpulkan infak, kami pun kembali ke kelas. setibanya aku di kelas, suasana pun agak heboh. ternyata ada anak baru di kelas kami. ternyata anak barunya cewek. namanya Siti Mukaromah, panggilan akrabnya rom. dia ingin memanggilnya dengan sebutan nama rom ketika kawannya akan menyapa dia. dia tidak mau dipanggil Siti, setelah aku tahu namanya, aku memperkenalkan diriku kepadanya. waktu aku memperkenalkan diriku kepadanya eh ada yang bilang aku sok kenal, sok akrab, dll deh. akupun nggak perduli apa kata mereka. setelah itu, kami pun mulai belajar pelajaran demi pelajaran yang diberikan guru-guru kami. waktu belajar pun telah berlalu, sudah waktunya jam istirahat pertama. akupun menuju tempat duduk yang dia tempati. akupun bercerita banyak tentang dia. ternyata dia itu orangnya nyenengin, suka senyum dan nggak pandai marah. aku sangat senang sekali bisa berteman dengan dia. waktu istirahat pun sudah habis, sekarang waktunya belajar pelajaran selanjutnya.

Waktu jam pelajaran pun belum selesai karena dibatasi jam istirahat kedua. kami pun mulai beristirahat. ada yang membeli snack, canda tawa bareng teman, dan ada juga yang hanya duduk santai di kelas. sambil menunggu jam masuk ke kelas, aku pun pergi ke tempat duduk yang dia tempati sambil menemani dia yang kesepian (lagu kaleee....... :)). aku pun banyak bercerita sama dia. dan sudah waktunya bel berbunyi pertanda masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran yang diterangkan oleh guru kami. kami pun menjalani mata pelajaran sampai bel berbunyi pertanda waktu belajar di kelas sudah habis. akupun pulang ke rumah untuk mempersiapkan peralatan masak karena besok peralatan masak kami harus sudah ada dan terkumpul pada saat pelajaran Mulok yaitu memasak makanan tradisional.

Keesokan harinya, kami pun mulai mempersiapkan peralatan masak yang sudah kami bawa yang ada pada masing-masing kelompok yang sudah ditentukan oleh guru kami. ketika aku akan mempersiapkan perlengkapan yang sudah aku bawa, aku lihat rom sedang duduk manis di tempat duduknya. hmmm...... mungkin dia nggak tahu bahwa setiap orang harus bawa alat untuk memasak, apa lagi ikut membantu untuk menyiapkan alat-alat untuk memasak nantinya.  mungkin karena dia baru tahu aja hari ini ada pelajaran mulok. tapi karena dia anak baru mungkin ibuk bisa memahami dia pikirku. tak lama kemudian guru kami pun memerintahkan kepada kami bahwa kami musti mempersiapkan alat-alat untuk memasak makanan tradisional. tak lama kemudian aku mengambil sekaligus mengumpulkan alat yang sudah aku bawa dari rumah. ketika aku sudah mempersiapkan sekaligus mengumpulkan alat tersebut, tiba-tiba aku melihat dan mendengar temanku, Desi sedang memarahi, mengejek, dan mencaci maki Rom dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. dan rom pun tidak perduli dan tidak marah sama sekali kepada desi. aku tahu sifat desi seperti apa kepada orang lain. tapi, gaya ngomongnya kasar banget, kalau dia nggak tahan  lagi dengan kata-kata dia mukulnya keras banget kayak dia jago karate. dan masih banyak lagi sifat dia seperti apa.siapa yang nggak benci coba dengan sifat dia seperti itu. aku aja benci banget deh. tapi aku mencoba membela dia dengan cara yang baik-baik tapi dengan nada yang tinggi. menurutku lebih pantas dengan cara seperti itu. tak lama kemudian akupun membela dia dengan cara baik-baik. malah desi bilangnya sok-sok belain anak baru itu. akupun nggak perduli apa yg dia bilang. waktu terus berjalan kamipun mulai memasak. mulai dari menyiapkan alat dan bahan-bahan untuk memasak, sampai proses memasak makanan dan menyajikan makanan pada masing-masing kelompok. masing-masing kelompok pada sibuk menyiapkan bahan-bahan sekaligus alat-alat untuk memasak. kami pun memulai masak makanan tradisional.

Beberapa menit kemudian..........
 Aku dan anggota kelompokku sudah selesai memasak semua masakan tradisional, setiap kelompokku membagi tugas pada waktu selesainya memasak. ada yang tugasnya mencuci peralatan yang sudah selesai dipakai, menyajikan makanan sebagus mungkin di meja penyaji, membersihkan sampah-sampah bahan masakan, dll. akhirnya kami semua duduk di kursi dimana makanan yang sudah kami sajikan. kami pun sangat senang sekali. dan tak lama kemudian guru kami menilai setiap makanan yang kami sajikan. beberapa menit kemudian setelah dinilai kami membawa makanan untuk kami sendiri sekaligus dibawa pulang, dan nggak lupa lagi peralatan masak kami harus dibawa pulang. masa harus ditinggalin? hihihihihihihihihihi lucu deh :D. tapi kalau pakai wadah untuk menyajikan makanannya, makanan yang ada di wadah tersebut dikasih sama guru-guru deh. sampai di rumah aku kasih makananan yang udah kami masak. mudah-mudahan enak ya masakannya. hehehehehehehehe ;).

Hari demi hari, waktu demi waktu telah berlalu ,  dan bulan demi bulan telah berganti. tibalah saatnya kami belajar lebih serius untuk menghadapi ujian semester 2. setiap guru bidang studi masuk ke kelas, guru-guru memberi kisi-kisi ujian pada setiap mata pelajaran. akhirnya masa proses belajar mengajar pun sudah habis. di hari Sabtu (tanggal berapa ya? dah lupa. soalnya kejadiannya dah lama banget) kami-kami mulai membersihkan kelas sekaligus menyusun kursi-kursi dan meja-meja. setelah itu, kami mencatat jadwal mata pelajaran ujian yang sudah ditempel dekat kantor majelis guru. dan tibalah saatnya di hari pertama, yaitu hari Senin (nah, kalau yang satu ni emang dah lupa tanggal berapa. soalnya kejadiannya ni dah lama banget) mulai ujian semester. kami pun menjalani ujian tersebut dengan baik dan lancar tanpa ada yang menghalangi suatu apapun. hari demi hari-hari waktu demi waktu yang telah berganti, akhirnya ujian semester pun selesai.

Beberapa hari kemudian.......
Aku pun sangat senang kalau ujian telah selesai. tapi ada juga masalah yang menimpaku. yaitu, aku remed (ngulang)  ujian MTK! ya Allah. jujur aku nggak terima kayak gini. mau nggak mau aku harus mengikuti remed MTK. besok,besok, besok, dan besok lagi. selalu gagal. akhirnya yang terakhir kalinya aku bermohon sama guru bidang studi tadi untuk ujian remed lagi. alhamdulillah guru tadi mau menerima permohonan aku. tapi aku ujian remednya di ruang majelis guru dan aku duduk di salah satu tempat meja guru. tak lama kemudian aku pun mengikuti  ujiannya dengan penuh keseriusan. akhirnya ujian pun selesai juga. selesai juga urusannya. emang sih cuma mata pelajaran Matematika, yang lain enggak masalah bagi aku. akhirnya dah selesai juga remednya. yah tinggal nunggu hasilnya aja pas dah terima rapor.

Keesokan harinya.......
Di pagi hari, di depan kelasku lagi heboh-hebohnya bicarain tentang Rom, anak baru di kelasku itu. entah gosip belaka atau enggak aku nggak tahu. aku dengar-dengar nih rom mengalami kecelakaan. "apa ia dia kecelakaan? mana mungkin, menurut aku waktu dia bawa honda ke sekolah sampai mau pulang ke sekolah dia baik-baik aja. trus dia bawa hondanya hati-hati" batinku. tapi betul atau enggaknya informasi ini. wallahu alam. aku abaikan saja informasi ini. di sekolah kerjaanku hanya santai saja. yah.... maklumin aja kan lagi class mitting.

Aku pun jadi penasaran, emang benar nggak berita tadi? dan pas aku sudah plg sekolah aku lagi asik main hp. dengar musik, lihat foto, dll deh. tapi pas hpku berbunyi, ada sms dari kawanku, dia bilang "tika rom meninggal." akupun sampai kaget membaca smsnya. "apa mungkin rom sudah meninggal? kayaknya nggak mungkin deh, klu ada orang kecelakaan seperti rom, biasanya cepat di tolong dan kemudian dibawa ke rumah sakit. trus diperiksa dulu korban yang mengalami kecelakaan, apakah dia baik-baik aja atau kritis? kalau soal kayak gituan wallahu alam. mungkin apa yang dibilang sama kawan aku tadi hanya bercanda atau cari sensasi. akupun nggak percaya sama sekali" batinku. akupun sekali lagi nggak percaya apa yang dia bilang. dan akhirnya aku menelpon kawanku, akupun bertanya sama dia, apa benar rom sudah meninggal? dia jawab ia. akupun akhirnya percaya bahwa rom sudah meninggal. akupun sangat, sangat, sangat, dan sangat kaget mendengarnya. akupun tak bisa menangis semenjak mendengar apa yang dia bilang. aku hanya bisa kaget saja mendengarnya.

Keesokan harinya, semua kawan-kawanku mengalami perasaan duka yang mendalam semenjak dengar bahwa rom sudah meninggal. ada yang menangis,ada yang tidak rela menerima kepergian kawannya yang secepat ini, ada juga dihantui rasa bersalah karena kawanku. Desi sudah mengejeknya habis-habisan sampai-sampai dia ingin minta maaf kepada rom. namun sudah terlambat, akhirnya dia menyesal pas rom sudah meninggal. "ya Allah kenapa begitu cepat dia pergi meninggalkan kami semua? kenapa ya Allah? padahal dia begitu baik sama kami-kami. kenapa orang yang berakhlak baik cepat diambil nyawanya ya Allah?  ya Allah tempatkanlah dia di tempat yang layak disisimu ya Allah. hindarkanlah dari siksa kubur ya Allah. masukkanlah dia di surgamu ya Allah. amin........" doaku dalam hati.


Dan keesokan harinya kami pun pergi takziah di rumah budenya rom, di dekat Salo (kalau tidak salah). kami pergi bersama wali kelas, buk Ermimah. sebelum pergi kami mengumpulkan uang sosial kepada bendahara kemudian uang tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke amplob. gunanya untuk memberi uang tersebut kepada budenya, karena telah kehilangan Rom. kami pun akhirnya pergi ke rumah budenya rom. tapi bukan kami dan wali kelas aja yang ikut, guru PKN buk Rita ikut juga pergi takziah. setelah sampai di rumah budenya rom, buk Rita langsung memberi salam dan memberi sambutan kata-kata. setelah itu, kami berdoa bersama untuk rom supaya dia tenang di sana.

Akhirnya selesai berdoa, guruku pun memberi uang kepada budenya Rom agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. dan kami pun akhirnya pulang.

"Rom, semoga kamu tenang di alam sana" kataku dalam hati.