SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA. SEMOGA BERMANFAAT :)

Sabtu, 27 Agustus 2011

dady, i miss you

Di malam yang begitu indah setelah sholat Maghrib, aku duduk di depan pintu dan melihat bintang yang begitu indah, langit yang membiru seraya melamun (kayak bikin puisi aja. Hihihi). Aku terbayang lamunanku kalau ayah sedang berada di alam sana. “andaikan ayah masih ada bersama ibu, aku, kak nazril dan kayla, pasti kami selalu bersama-sama. Kalau menjelang puasa kami selalu bersama-sama mengikuti acara halal bihalal di rumah nenek beserta di rumah saudara, apalagi kalau mengikuti acara tradisi di kampung saat menjelang masuknya bulan puasa, trus kalau mau masuk bulan puasa, di sore harinya kami selalu pergi jalan-jalan ke suatu tempat yang paling kami sukai, bisa foto bareng, canda tawa bareng, semuanya serasa lebih indah . Andaikan aku kayak mereka , mereka selalu bersama dengan ayah mereka. Dan andai saja keinginanku tercapai, pasti nggak selalu begini kan?” pikirku.
Aku terus-menerus melamun sampai-sampai aku hampir lupa dengan pekerjaan rumahku. Karena aku terlalu keenakan melamun, ibu menghampiriku sambil memegang pundakku dan tersenyum. “kamu kenapa nak Kok melamun sendirian? Melamun di depan pintu lagi” kata ibu. “enggak ada apa-apa kok bu” kataku sambil tersenyum.”benar enggak apa-apa?” Tanya ibuku. “benar kok bu, khumairah nggak apa-apa” jawabku. “kalau kamu enggak apa-apa kenapa kamu melamun?” Tanya ibuku. “ibu tahu pasti kamu ada masalah kan? Cerita dong sayang” kata ibuku dengan jawaban yang pasti. “bu, hari ini khumairah kangeeeeeeeeeeen banget sama ayah, khumairah kangen banget sama suasana kita dulu bersama ayah. Ibu masih ingat kan?” jawabku. Mendengar jawabanku ibuku tiba-tiba menangis setelah mendengar jawabanku. “ibu kenapa diam aja Ibu nangis ya?” tanyaku. “enggak kok sayang, ibu enggak apa-apa. Ibu nggak nangis kok” kata ibuku sambil menghapus air mata. “trus ibu kenapa?” tanyaku lagi. “sayang, ibu juga merasa kangen banget sama ayah. Bukan Cuma kamu aja yang kangen. Kalau benar-benar kangen sama ayah, kita bisa mendoakan ayah, terus mengaji bersama-sama selesai sholat. Jadi jangan sedih lagi ya sayang.” Kata ibuku sambil memelukku dan menghilangkan rasa sedihku.
“hmmmm…… bu andai saja aku kayak mereka. Mereka gembira karena mereka masih punya ayah. Mereka selalu bersama walaupun dalam keadaan susah ataupun senang. Sedangkan khumairah sendiri nggak bisa kayak mereka” keluhku. “siapa bilang kamu nggak bisa seperti mereka? kamu tetap senang dan gembira di saat seperti sekarang. kan ada ibu, kak nazril, sama Kayla” jawab ibuku sambil tersenyum. “benar juga ya?” kataku dalam hati. “ya sudah sekarang udah hampir larut malam, yuk masuk. Kan kamu belum sholat isya. Sekarang kamu sholat isya ya?” kata ibuku sambil menyuruhku masuk ke dalam rumah. Setelah sholat isya, ibu memanggilku lagi. “Khumairah, besok libur sekolah kan?” Tanya ibuku. “iya bu. Emangnya kenapa?” tanyaku. “besok, kita bangun pagi-pagi untuk membersihkan rumah ya?” tanya ibuku. “iya bu” jawabku. “oh ya khumairah jangan lupa bilang sama kak nazril, dan Kayla ya?” Tanya ibuku dengan pasti. “iya bu, insya allah. Nanti khumairah bilang sama mereka” jawabku. “ya sudah kalau begitu, sekarang khumairah cepat tidur supaya kita bisa cepat bangun untuk sholat subuh terus kita membersihkan rumah. Oke?” Tanya ibuku lagi. “oke bu” jawabku sambil tersenyum.
Keesokan harinya setelah sholat subuh, kami dengan semangat membersihkan rumah. Ibuku membagi tugas kepada kami. Kak nazril tugasnya mengelap kaca, membereskan barang di gudang yang sangat berantakan, mencabut rumput di halaman rumah, membakar sampah, dan yang paling penting mencabut rumput di sekitar parit di depan rumah. Sedangkan aku tugasnya menyetrika baju sampai selesai, menyapu halaman dalam dan luar rumah, sekaligus mengepel lantai halaman dalam dan luar rumah. Dan Kayla tugasnya menyuci piring di dapur, membersihkan ruang tamu, membersihkan langit-langit rumah yang penuh dengan sarang laba-laba dan membersihkan kamar mandi.
Kami bertiga dengan semangat ’45 beres-beres rumah. Kami masing-masing bekerja dengan penuh semangat. Waktu demi waktu, menit tiap menit, detik tiap detik kami menghabiskan waktu untuk membersihkan rumah. Sampai-sampai kami hampir kelelahan. Tapi, kami tidak putus asa. Kami membersihkan rumah dengan begitu semangatnya sampai-sampai kami hampir lupa akan masuknya waktu sholat zuhur. Akhirnya sudah waktunya masuk sholat zuhur dan kami pun sholat zuhur berjamah. Setelah sholat, kami pun melanjutkan pekerjaan yang baru saja ditunda.
Akhirnya selesai juga membersihkan rumah. Tapi, untung saja ibu menyediakan minuman yang menyegarkan. Kami pun menikmati minuman yang di sediakan ibu di meja makan.
Di sore harinya, aku bersama kakak dan adikku bermain bersama sampai puas. Tapi, waktu kami lagi asyik bermain, eh, ternyata kami bermain sampai waktu maghrib tiba lho, hahahahaha :D. ketika sudah masuknya waktu maghrib, kami pun bergegas menunaikan sholat maghrib berjama’ah.
Setelah selesai sholat maghrib, kami pun makan malam bersama. Setelah itu, kami duduk sambil menonton tv, yach sambil menunggu waktu azan isya. Akhirnya sudah masuk juga waktu sholat isya. Kami bergegas berwudhu dan kemudian kami pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Setelah itu, dilanjutkan dengan sholat tarawih dan witir sampai selesai. Akhirnya selesai juga sholat tarawih dan witir. Kemudian, kami harus bergegas tidur karena besok ibu akan membangunkan kami makan sahur.
Keesokan harinya saat bangun sahur, kami pun bergegas makan sahur bersama. Kami pun memulai makan bersama sambil berniat puasa. Kemudian, kami makan sampai kenyang, (tapi jangan sampai terlalu kekenyangan lho, hihihihihi :D). setelah itu, ibu, kak nazril, dan kayla lagi asyik canda tawa bersama ibu. Akupun kembali terbayang ketika aku, ibu, kak nazril, dan kayla sedang duduk di ruang keluarga sambil mengambil makanan yang telah di sediakan di meja makan . Aku terbayang kalau ayah duduk di samping ibu. Tetapi ketika ibu, kak nazril, dan kayla sedang asyik menikmati makan sahur, aku terus menerus melihat tempat duduk yang kosong. Andai saja ayah masih ada duduk di samping ibu ketika kami sedang menikmati makan sahur, pasti terasa sangat menyenangkan. Tapi, itu dulu, sekarang udah beda. Sekarang kami makan sahur hanya kami berempat saja yang menikmati makan sahur.
Sudah masuknya waktu imsak. Kami pun bergegas pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh, kami pun pulang ke rumah. Yach, seperti biasa kami sepulang dari masjid bukannya kegiatan seperti baca qur’an, dan tidak tidur sampai matahari terbit malah kami tidur lagi sampai kami benar-benar bangun kesiangan.
Kami pun selalu bersama. Nggak ada lagi rasa sedih, apalagi rasa kesepian yang berkepanjangan walaupun tanpa ayah.
Ayah,
walaupun ayah sudah lama meninggalkan kami
kami selalu bersama, dan kami selalu merasa senang
dalam keadaan apapun kami tetap selalu bersama
kami selalu merindukanmu
I love you dady
And I miss u so much dady

Tidak ada komentar:

Posting Komentar