Ini kisahku gimana rasanya kehilangan seorang teman yang sangat aku sayangi. karena dia begitu baik, tidak pemarah, suka senyum ketika aku melihat dia, begitu juga sebaliknya. dia itu teman SMP-ku waktu kelas VIII( 2 SMP).
Simak kisahku ini ya? selamat membaca.
TERNYATA........................ DIA ANAK BARU di KELASKU
Waktu aku masih duduk di bangku SMP kelas VIII, di hari Rabu seperti biasa kami ngumpul-ngumpul di GOR untuk mendengar ceramah dan pengarahan dari guru kami sekaligus di bidang kesiswaan. setelah mendengar ceramah dan pengarahan kepada kami-kami, kami harus mengumpulkan duit infak dan memasukkannya di kotak minuman yang telah disediakan. setelah mengumpulkan infak, kami pun kembali ke kelas. setibanya aku di kelas, suasana pun agak heboh. ternyata ada anak baru di kelas kami. ternyata anak barunya cewek. namanya Siti Mukaromah, panggilan akrabnya rom. dia ingin memanggilnya dengan sebutan nama rom ketika kawannya akan menyapa dia. dia tidak mau dipanggil Siti, setelah aku tahu namanya, aku memperkenalkan diriku kepadanya. waktu aku memperkenalkan diriku kepadanya eh ada yang bilang aku sok kenal, sok akrab, dll deh. akupun nggak perduli apa kata mereka. setelah itu, kami pun mulai belajar pelajaran demi pelajaran yang diberikan guru-guru kami. waktu belajar pun telah berlalu, sudah waktunya jam istirahat pertama. akupun menuju tempat duduk yang dia tempati. akupun bercerita banyak tentang dia. ternyata dia itu orangnya nyenengin, suka senyum dan nggak pandai marah. aku sangat senang sekali bisa berteman dengan dia. waktu istirahat pun sudah habis, sekarang waktunya belajar pelajaran selanjutnya.
Waktu jam pelajaran pun belum selesai karena dibatasi jam istirahat kedua. kami pun mulai beristirahat. ada yang membeli snack, canda tawa bareng teman, dan ada juga yang hanya duduk santai di kelas. sambil menunggu jam masuk ke kelas, aku pun pergi ke tempat duduk yang dia tempati sambil menemani dia yang kesepian (lagu kaleee....... :)). aku pun banyak bercerita sama dia. dan sudah waktunya bel berbunyi pertanda masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran yang diterangkan oleh guru kami. kami pun menjalani mata pelajaran sampai bel berbunyi pertanda waktu belajar di kelas sudah habis. akupun pulang ke rumah untuk mempersiapkan peralatan masak karena besok peralatan masak kami harus sudah ada dan terkumpul pada saat pelajaran Mulok yaitu memasak makanan tradisional.
Keesokan harinya, kami pun mulai mempersiapkan peralatan masak yang sudah kami bawa yang ada pada masing-masing kelompok yang sudah ditentukan oleh guru kami. ketika aku akan mempersiapkan perlengkapan yang sudah aku bawa, aku lihat rom sedang duduk manis di tempat duduknya. hmmm...... mungkin dia nggak tahu bahwa setiap orang harus bawa alat untuk memasak, apa lagi ikut membantu untuk menyiapkan alat-alat untuk memasak nantinya. mungkin karena dia baru tahu aja hari ini ada pelajaran mulok. tapi karena dia anak baru mungkin ibuk bisa memahami dia pikirku. tak lama kemudian guru kami pun memerintahkan kepada kami bahwa kami musti mempersiapkan alat-alat untuk memasak makanan tradisional. tak lama kemudian aku mengambil sekaligus mengumpulkan alat yang sudah aku bawa dari rumah. ketika aku sudah mempersiapkan sekaligus mengumpulkan alat tersebut, tiba-tiba aku melihat dan mendengar temanku, Desi sedang memarahi, mengejek, dan mencaci maki Rom dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. dan rom pun tidak perduli dan tidak marah sama sekali kepada desi. aku tahu sifat desi seperti apa kepada orang lain. tapi, gaya ngomongnya kasar banget, kalau dia nggak tahan lagi dengan kata-kata dia mukulnya keras banget kayak dia jago karate. dan masih banyak lagi sifat dia seperti apa.siapa yang nggak benci coba dengan sifat dia seperti itu. aku aja benci banget deh. tapi aku mencoba membela dia dengan cara yang baik-baik tapi dengan nada yang tinggi. menurutku lebih pantas dengan cara seperti itu. tak lama kemudian akupun membela dia dengan cara baik-baik. malah desi bilangnya sok-sok belain anak baru itu. akupun nggak perduli apa yg dia bilang. waktu terus berjalan kamipun mulai memasak. mulai dari menyiapkan alat dan bahan-bahan untuk memasak, sampai proses memasak makanan dan menyajikan makanan pada masing-masing kelompok. masing-masing kelompok pada sibuk menyiapkan bahan-bahan sekaligus alat-alat untuk memasak. kami pun memulai masak makanan tradisional.
Beberapa menit kemudian..........
Aku dan anggota kelompokku sudah selesai memasak semua masakan tradisional, setiap kelompokku membagi tugas pada waktu selesainya memasak. ada yang tugasnya mencuci peralatan yang sudah selesai dipakai, menyajikan makanan sebagus mungkin di meja penyaji, membersihkan sampah-sampah bahan masakan, dll. akhirnya kami semua duduk di kursi dimana makanan yang sudah kami sajikan. kami pun sangat senang sekali. dan tak lama kemudian guru kami menilai setiap makanan yang kami sajikan. beberapa menit kemudian setelah dinilai kami membawa makanan untuk kami sendiri sekaligus dibawa pulang, dan nggak lupa lagi peralatan masak kami harus dibawa pulang. masa harus ditinggalin? hihihihihihihihihihi lucu deh :D. tapi kalau pakai wadah untuk menyajikan makanannya, makanan yang ada di wadah tersebut dikasih sama guru-guru deh. sampai di rumah aku kasih makananan yang udah kami masak. mudah-mudahan enak ya masakannya. hehehehehehehehe ;).
Hari demi hari, waktu demi waktu telah berlalu , dan bulan demi bulan telah berganti. tibalah saatnya kami belajar lebih serius untuk menghadapi ujian semester 2. setiap guru bidang studi masuk ke kelas, guru-guru memberi kisi-kisi ujian pada setiap mata pelajaran. akhirnya masa proses belajar mengajar pun sudah habis. di hari Sabtu (tanggal berapa ya? dah lupa. soalnya kejadiannya dah lama banget) kami-kami mulai membersihkan kelas sekaligus menyusun kursi-kursi dan meja-meja. setelah itu, kami mencatat jadwal mata pelajaran ujian yang sudah ditempel dekat kantor majelis guru. dan tibalah saatnya di hari pertama, yaitu hari Senin (nah, kalau yang satu ni emang dah lupa tanggal berapa. soalnya kejadiannya ni dah lama banget) mulai ujian semester. kami pun menjalani ujian tersebut dengan baik dan lancar tanpa ada yang menghalangi suatu apapun. hari demi hari-hari waktu demi waktu yang telah berganti, akhirnya ujian semester pun selesai.
Beberapa hari kemudian.......
Aku pun sangat senang kalau ujian telah selesai. tapi ada juga masalah yang menimpaku. yaitu, aku remed (ngulang) ujian MTK! ya Allah. jujur aku nggak terima kayak gini. mau nggak mau aku harus mengikuti remed MTK. besok,besok, besok, dan besok lagi. selalu gagal. akhirnya yang terakhir kalinya aku bermohon sama guru bidang studi tadi untuk ujian remed lagi. alhamdulillah guru tadi mau menerima permohonan aku. tapi aku ujian remednya di ruang majelis guru dan aku duduk di salah satu tempat meja guru. tak lama kemudian aku pun mengikuti ujiannya dengan penuh keseriusan. akhirnya ujian pun selesai juga. selesai juga urusannya. emang sih cuma mata pelajaran Matematika, yang lain enggak masalah bagi aku. akhirnya dah selesai juga remednya. yah tinggal nunggu hasilnya aja pas dah terima rapor.
Keesokan harinya.......
Di pagi hari, di depan kelasku lagi heboh-hebohnya bicarain tentang Rom, anak baru di kelasku itu. entah gosip belaka atau enggak aku nggak tahu. aku dengar-dengar nih rom mengalami kecelakaan. "apa ia dia kecelakaan? mana mungkin, menurut aku waktu dia bawa honda ke sekolah sampai mau pulang ke sekolah dia baik-baik aja. trus dia bawa hondanya hati-hati" batinku. tapi betul atau enggaknya informasi ini. wallahu alam. aku abaikan saja informasi ini. di sekolah kerjaanku hanya santai saja. yah.... maklumin aja kan lagi class mitting.
Aku pun jadi penasaran, emang benar nggak berita tadi? dan pas aku sudah plg sekolah aku lagi asik main hp. dengar musik, lihat foto, dll deh. tapi pas hpku berbunyi, ada sms dari kawanku, dia bilang "tika rom meninggal." akupun sampai kaget membaca smsnya. "apa mungkin rom sudah meninggal? kayaknya nggak mungkin deh, klu ada orang kecelakaan seperti rom, biasanya cepat di tolong dan kemudian dibawa ke rumah sakit. trus diperiksa dulu korban yang mengalami kecelakaan, apakah dia baik-baik aja atau kritis? kalau soal kayak gituan wallahu alam. mungkin apa yang dibilang sama kawan aku tadi hanya bercanda atau cari sensasi. akupun nggak percaya sama sekali" batinku. akupun sekali lagi nggak percaya apa yang dia bilang. dan akhirnya aku menelpon kawanku, akupun bertanya sama dia, apa benar rom sudah meninggal? dia jawab ia. akupun akhirnya percaya bahwa rom sudah meninggal. akupun sangat, sangat, sangat, dan sangat kaget mendengarnya. akupun tak bisa menangis semenjak mendengar apa yang dia bilang. aku hanya bisa kaget saja mendengarnya.
Keesokan harinya, semua kawan-kawanku mengalami perasaan duka yang mendalam semenjak dengar bahwa rom sudah meninggal. ada yang menangis,ada yang tidak rela menerima kepergian kawannya yang secepat ini, ada juga dihantui rasa bersalah karena kawanku. Desi sudah mengejeknya habis-habisan sampai-sampai dia ingin minta maaf kepada rom. namun sudah terlambat, akhirnya dia menyesal pas rom sudah meninggal. "ya Allah kenapa begitu cepat dia pergi meninggalkan kami semua? kenapa ya Allah? padahal dia begitu baik sama kami-kami. kenapa orang yang berakhlak baik cepat diambil nyawanya ya Allah? ya Allah tempatkanlah dia di tempat yang layak disisimu ya Allah. hindarkanlah dari siksa kubur ya Allah. masukkanlah dia di surgamu ya Allah. amin........" doaku dalam hati.
Dan keesokan harinya kami pun pergi takziah di rumah budenya rom, di dekat Salo (kalau tidak salah). kami pergi bersama wali kelas, buk Ermimah. sebelum pergi kami mengumpulkan uang sosial kepada bendahara kemudian uang tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke amplob. gunanya untuk memberi uang tersebut kepada budenya, karena telah kehilangan Rom. kami pun akhirnya pergi ke rumah budenya rom. tapi bukan kami dan wali kelas aja yang ikut, guru PKN buk Rita ikut juga pergi takziah. setelah sampai di rumah budenya rom, buk Rita langsung memberi salam dan memberi sambutan kata-kata. setelah itu, kami berdoa bersama untuk rom supaya dia tenang di sana.
Akhirnya selesai berdoa, guruku pun memberi uang kepada budenya Rom agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. dan kami pun akhirnya pulang.
"Rom, semoga kamu tenang di alam sana" kataku dalam hati.
Waktu jam pelajaran pun belum selesai karena dibatasi jam istirahat kedua. kami pun mulai beristirahat. ada yang membeli snack, canda tawa bareng teman, dan ada juga yang hanya duduk santai di kelas. sambil menunggu jam masuk ke kelas, aku pun pergi ke tempat duduk yang dia tempati sambil menemani dia yang kesepian (lagu kaleee....... :)). aku pun banyak bercerita sama dia. dan sudah waktunya bel berbunyi pertanda masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran yang diterangkan oleh guru kami. kami pun menjalani mata pelajaran sampai bel berbunyi pertanda waktu belajar di kelas sudah habis. akupun pulang ke rumah untuk mempersiapkan peralatan masak karena besok peralatan masak kami harus sudah ada dan terkumpul pada saat pelajaran Mulok yaitu memasak makanan tradisional.
Keesokan harinya, kami pun mulai mempersiapkan peralatan masak yang sudah kami bawa yang ada pada masing-masing kelompok yang sudah ditentukan oleh guru kami. ketika aku akan mempersiapkan perlengkapan yang sudah aku bawa, aku lihat rom sedang duduk manis di tempat duduknya. hmmm...... mungkin dia nggak tahu bahwa setiap orang harus bawa alat untuk memasak, apa lagi ikut membantu untuk menyiapkan alat-alat untuk memasak nantinya. mungkin karena dia baru tahu aja hari ini ada pelajaran mulok. tapi karena dia anak baru mungkin ibuk bisa memahami dia pikirku. tak lama kemudian guru kami pun memerintahkan kepada kami bahwa kami musti mempersiapkan alat-alat untuk memasak makanan tradisional. tak lama kemudian aku mengambil sekaligus mengumpulkan alat yang sudah aku bawa dari rumah. ketika aku sudah mempersiapkan sekaligus mengumpulkan alat tersebut, tiba-tiba aku melihat dan mendengar temanku, Desi sedang memarahi, mengejek, dan mencaci maki Rom dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. dan rom pun tidak perduli dan tidak marah sama sekali kepada desi. aku tahu sifat desi seperti apa kepada orang lain. tapi, gaya ngomongnya kasar banget, kalau dia nggak tahan lagi dengan kata-kata dia mukulnya keras banget kayak dia jago karate. dan masih banyak lagi sifat dia seperti apa.siapa yang nggak benci coba dengan sifat dia seperti itu. aku aja benci banget deh. tapi aku mencoba membela dia dengan cara yang baik-baik tapi dengan nada yang tinggi. menurutku lebih pantas dengan cara seperti itu. tak lama kemudian akupun membela dia dengan cara baik-baik. malah desi bilangnya sok-sok belain anak baru itu. akupun nggak perduli apa yg dia bilang. waktu terus berjalan kamipun mulai memasak. mulai dari menyiapkan alat dan bahan-bahan untuk memasak, sampai proses memasak makanan dan menyajikan makanan pada masing-masing kelompok. masing-masing kelompok pada sibuk menyiapkan bahan-bahan sekaligus alat-alat untuk memasak. kami pun memulai masak makanan tradisional.
Beberapa menit kemudian..........
Aku dan anggota kelompokku sudah selesai memasak semua masakan tradisional, setiap kelompokku membagi tugas pada waktu selesainya memasak. ada yang tugasnya mencuci peralatan yang sudah selesai dipakai, menyajikan makanan sebagus mungkin di meja penyaji, membersihkan sampah-sampah bahan masakan, dll. akhirnya kami semua duduk di kursi dimana makanan yang sudah kami sajikan. kami pun sangat senang sekali. dan tak lama kemudian guru kami menilai setiap makanan yang kami sajikan. beberapa menit kemudian setelah dinilai kami membawa makanan untuk kami sendiri sekaligus dibawa pulang, dan nggak lupa lagi peralatan masak kami harus dibawa pulang. masa harus ditinggalin? hihihihihihihihihihi lucu deh :D. tapi kalau pakai wadah untuk menyajikan makanannya, makanan yang ada di wadah tersebut dikasih sama guru-guru deh. sampai di rumah aku kasih makananan yang udah kami masak. mudah-mudahan enak ya masakannya. hehehehehehehehe ;).
Hari demi hari, waktu demi waktu telah berlalu , dan bulan demi bulan telah berganti. tibalah saatnya kami belajar lebih serius untuk menghadapi ujian semester 2. setiap guru bidang studi masuk ke kelas, guru-guru memberi kisi-kisi ujian pada setiap mata pelajaran. akhirnya masa proses belajar mengajar pun sudah habis. di hari Sabtu (tanggal berapa ya? dah lupa. soalnya kejadiannya dah lama banget) kami-kami mulai membersihkan kelas sekaligus menyusun kursi-kursi dan meja-meja. setelah itu, kami mencatat jadwal mata pelajaran ujian yang sudah ditempel dekat kantor majelis guru. dan tibalah saatnya di hari pertama, yaitu hari Senin (nah, kalau yang satu ni emang dah lupa tanggal berapa. soalnya kejadiannya ni dah lama banget) mulai ujian semester. kami pun menjalani ujian tersebut dengan baik dan lancar tanpa ada yang menghalangi suatu apapun. hari demi hari-hari waktu demi waktu yang telah berganti, akhirnya ujian semester pun selesai.
Beberapa hari kemudian.......
Aku pun sangat senang kalau ujian telah selesai. tapi ada juga masalah yang menimpaku. yaitu, aku remed (ngulang) ujian MTK! ya Allah. jujur aku nggak terima kayak gini. mau nggak mau aku harus mengikuti remed MTK. besok,besok, besok, dan besok lagi. selalu gagal. akhirnya yang terakhir kalinya aku bermohon sama guru bidang studi tadi untuk ujian remed lagi. alhamdulillah guru tadi mau menerima permohonan aku. tapi aku ujian remednya di ruang majelis guru dan aku duduk di salah satu tempat meja guru. tak lama kemudian aku pun mengikuti ujiannya dengan penuh keseriusan. akhirnya ujian pun selesai juga. selesai juga urusannya. emang sih cuma mata pelajaran Matematika, yang lain enggak masalah bagi aku. akhirnya dah selesai juga remednya. yah tinggal nunggu hasilnya aja pas dah terima rapor.
Keesokan harinya.......
Di pagi hari, di depan kelasku lagi heboh-hebohnya bicarain tentang Rom, anak baru di kelasku itu. entah gosip belaka atau enggak aku nggak tahu. aku dengar-dengar nih rom mengalami kecelakaan. "apa ia dia kecelakaan? mana mungkin, menurut aku waktu dia bawa honda ke sekolah sampai mau pulang ke sekolah dia baik-baik aja. trus dia bawa hondanya hati-hati" batinku. tapi betul atau enggaknya informasi ini. wallahu alam. aku abaikan saja informasi ini. di sekolah kerjaanku hanya santai saja. yah.... maklumin aja kan lagi class mitting.
Aku pun jadi penasaran, emang benar nggak berita tadi? dan pas aku sudah plg sekolah aku lagi asik main hp. dengar musik, lihat foto, dll deh. tapi pas hpku berbunyi, ada sms dari kawanku, dia bilang "tika rom meninggal." akupun sampai kaget membaca smsnya. "apa mungkin rom sudah meninggal? kayaknya nggak mungkin deh, klu ada orang kecelakaan seperti rom, biasanya cepat di tolong dan kemudian dibawa ke rumah sakit. trus diperiksa dulu korban yang mengalami kecelakaan, apakah dia baik-baik aja atau kritis? kalau soal kayak gituan wallahu alam. mungkin apa yang dibilang sama kawan aku tadi hanya bercanda atau cari sensasi. akupun nggak percaya sama sekali" batinku. akupun sekali lagi nggak percaya apa yang dia bilang. dan akhirnya aku menelpon kawanku, akupun bertanya sama dia, apa benar rom sudah meninggal? dia jawab ia. akupun akhirnya percaya bahwa rom sudah meninggal. akupun sangat, sangat, sangat, dan sangat kaget mendengarnya. akupun tak bisa menangis semenjak mendengar apa yang dia bilang. aku hanya bisa kaget saja mendengarnya.
Keesokan harinya, semua kawan-kawanku mengalami perasaan duka yang mendalam semenjak dengar bahwa rom sudah meninggal. ada yang menangis,ada yang tidak rela menerima kepergian kawannya yang secepat ini, ada juga dihantui rasa bersalah karena kawanku. Desi sudah mengejeknya habis-habisan sampai-sampai dia ingin minta maaf kepada rom. namun sudah terlambat, akhirnya dia menyesal pas rom sudah meninggal. "ya Allah kenapa begitu cepat dia pergi meninggalkan kami semua? kenapa ya Allah? padahal dia begitu baik sama kami-kami. kenapa orang yang berakhlak baik cepat diambil nyawanya ya Allah? ya Allah tempatkanlah dia di tempat yang layak disisimu ya Allah. hindarkanlah dari siksa kubur ya Allah. masukkanlah dia di surgamu ya Allah. amin........" doaku dalam hati.
Dan keesokan harinya kami pun pergi takziah di rumah budenya rom, di dekat Salo (kalau tidak salah). kami pergi bersama wali kelas, buk Ermimah. sebelum pergi kami mengumpulkan uang sosial kepada bendahara kemudian uang tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke amplob. gunanya untuk memberi uang tersebut kepada budenya, karena telah kehilangan Rom. kami pun akhirnya pergi ke rumah budenya rom. tapi bukan kami dan wali kelas aja yang ikut, guru PKN buk Rita ikut juga pergi takziah. setelah sampai di rumah budenya rom, buk Rita langsung memberi salam dan memberi sambutan kata-kata. setelah itu, kami berdoa bersama untuk rom supaya dia tenang di sana.
Akhirnya selesai berdoa, guruku pun memberi uang kepada budenya Rom agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. dan kami pun akhirnya pulang.
"Rom, semoga kamu tenang di alam sana" kataku dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar